Ternyata, Anak-anak Presiden Mesir Berkewarganegaraan AS - Kompas.com
atau biasa dipanggil mas IWAN adalah putra goranggareng asli, kelahiran 13 April 1975. seorang manusia biasa seperti masyarakat kebanyakan yang mencoba untuk hidup lebih baik, berguna untuk keluarga dan tetangga. tidak ada yang spesial pada dirinya kecuali wataknya yang keras kepala namun berhati emas.... atau setidaknya perak.... atau perunggu.... atau apa saja, tergantung dari mana kita memandangnya, siapa yang menilai, dan untuk kepentingan apa penilaian itu. he...he...he.....
Jumat, 31 Mei 2013
Kamis, 30 Mei 2013
Rabu, 29 Mei 2013
SMARTFREN KAMBUH LAGI,, MACET TOTAL
Berikut ini surat untuk +Smartfren via inbox facebook:
hari ini 29-5-2013 mulai pukul 8.30 hingga skrg, jaringan smartfren lumpuh total. indikator sinyal evdo & cdma penuh tapi nggak bisa ngapa2in. telpon macet, sms macet, internet apalagi.
Tolong jangan buat alasan yg dibuat2 dan jangan membebani saya mengisi data2 sampah, toh hasil akhirnya sama saja, tidak ada peningkatan.
Tolong jangan buat alasan yg dibuat2 dan jangan membebani saya mengisi data2 sampah, toh hasil akhirnya sama saja, tidak ada peningkatan.
RAHMAT ARIE GUNAWAN
08887001256
ANDROMAX-I
08887001256
ANDROMAX-I
Minggu, 26 Mei 2013
Sabtu, 25 Mei 2013
Jumat, 24 Mei 2013
Rabu, 22 Mei 2013
Minggu, 19 Mei 2013
Rabu, 15 Mei 2013
Selasa, 14 Mei 2013
Senin, 13 Mei 2013
Jumat, 10 Mei 2013
Rabu, 08 Mei 2013
Sabtu, 04 Mei 2013
Kamis, 02 Mei 2013
Rabu, 01 Mei 2013
Jumat, 15 Februari 2013
PEGAWAI BANGSA(T) DISPENDUKCAPIL MAGETAN
Jumat 15/02/2013
Menuju Dispendukcapil Magetan lagi, mengambil dokumen kependudukan. Sebenarnya ini sudah lebih 4 hari dari waktu yang dijanjikan tapi karena kemarin janjinya molor terus, maka kali ini sengaja aku ambil ristan.
Alhamdulillah, kali ini janjinya ditepati. Meskipun memakan waktu 4 minggu di-pingpong dan kemarin sempat emosi, kelarnya urusan ini bisa mendinginkan hati.
Aku sudah menduga pasti ada kekeliruan pada penulisan nama anakku di Kartu Keluarga. Waktu mengajukan formulir kemarin sebenarnya aku sudah membetulkannya karena memang ada kesalahan penulisan nama pada Akte Kelahirannya. Dan kesalahan itupun terjadilah, penulisan di KK tetap sama, merujuk pada Akte Kelahiran.
Aku berinisiatif mencari info bagaimana cara membetulkan dokumen ini. Setelah disuruh masuk ke ruang KK, mereka menyuruh aku tanya saja ke ruang Akte. Di sini tidak ada layanan resepsionis atau bagian informasi. Maka kalau butuh penjelasan harus tanya ke sana sini, lempar sana lempar sini.
Masuk ke ruang Akta aku menghampiri petugas depan.
Dengan sopan dan hormat aku menyapa petugas tsb dan ingin mencari kejelasan bagaimana cara membetulkan dokumen yang dimaksud. Dan petugas itupun menjawab dengan ucapan pendek: "YA". Lalu akupun dicuekin, dibiarkan berdiri di depannya sampai beberapa saat. Akupun berusaha sabar menunggu dan mencoba mencari pembenar, mungkin petugas ini lagi sibuk berat. Menit berganti menit, sampai pegel kaki ini akhirnya akupun ngeloyor pergi. Dalam hati aku memakinya: BANGSAT!!!
**Sebagai info tambahan, aku juga bekerja di unit pelayanan, pada RSUD Kota Madiun. Jadi, aku tahu bagaimana pelayanan yang baik kepada customer, bagaimana etika yang seharusnya, seorang petugas kepada para konsumennya **
Alhamdulillah, kali ini janjinya ditepati. Meskipun memakan waktu 4 minggu di-pingpong dan kemarin sempat emosi, kelarnya urusan ini bisa mendinginkan hati.
Aku sudah menduga pasti ada kekeliruan pada penulisan nama anakku di Kartu Keluarga. Waktu mengajukan formulir kemarin sebenarnya aku sudah membetulkannya karena memang ada kesalahan penulisan nama pada Akte Kelahirannya. Dan kesalahan itupun terjadilah, penulisan di KK tetap sama, merujuk pada Akte Kelahiran.
Aku berinisiatif mencari info bagaimana cara membetulkan dokumen ini. Setelah disuruh masuk ke ruang KK, mereka menyuruh aku tanya saja ke ruang Akte. Di sini tidak ada layanan resepsionis atau bagian informasi. Maka kalau butuh penjelasan harus tanya ke sana sini, lempar sana lempar sini.
Masuk ke ruang Akta aku menghampiri petugas depan.
Inilah Pegawai Dispendukcapil Magetan
yang bikin geregetan
yang bikin geregetan
**Sebagai info tambahan, aku juga bekerja di unit pelayanan, pada RSUD Kota Madiun. Jadi, aku tahu bagaimana pelayanan yang baik kepada customer, bagaimana etika yang seharusnya, seorang petugas kepada para konsumennya **
Sabtu, 09 Februari 2013
BELI PRODUK SMARTFREN (Andromax-I), PERTIMBANGKAN DULU
Januari 2013.
Senang rasanya punya gadget yang lumayan canggih apalagi dengan harga yang murah. Tapi jangan terburu-buru, kalau tidak ingin menyesal di kemudian hari. Inilah kisah BODOH perjalanan gadgetku yang bernama ANDROMAX-I.
Dilihat dari fitur yang ditawarkan dan harga yang dibandrol, produk Smartfren Andromax-I memang menggiurkan, utamanya kalangan awam. Bayangkan dengan harga 1,2 juta kita sudah mendapat smartphone dengan berbagai fitur, prosesor 1GHz, RAM 512, kamera 5MP, OS Android ICS, Layar 4 inchi, dst.
Tapi yang aku alami tidaklah seindah mimpi yang diharapkan. Baru membeli produk tsb seminggu sudah rusak, speaker tidak berbunyi sama sekali. Pada saat membeli sebenarnya aku sudah mulai curiga dengan suara yang dihasilkan tidak begitu maksimal dan kedengaran lemah. Akhirnya kekhawatiranku terjadilah.
Dengan kartu garansi (yang tentu saja masih berlaku) aku bawa kembali Andromax-I ke galeri Smartfren Madiun, Jl. Agus Salim. Setelah dilakukan pengecekan terbukti produk tsb mengalami kerusakan dan harus dikirim ke Jakarta.
Sekitar seminggu sesudahnya, aku iseng coba tanya ke customer service Smartfren di nomor 08811223344. Jawaban yang aku dapat sungguh mengejutkan. Katanya proses repairing tidak melibatkan Jakarta, dan hanya dilakukan di vendor lokal. Kontan aja, esoknya aku lakukan cek ulang ke galeri Madiun. Di sini jawabannya beda lagi, dan jawabannya tetep di bawa ke Jakarta. Bahkan dengan memakai alasan bencana banjir di Jakarta menyebabkan banyak produk yang di-repair tidak bisa selesai tepat waktu. Dalam hati aku berkata, "wah, ternyata yang bernasib sial tidak sedikit juga".
Lalu aku tanya kapan kira-kira gadgetku bisa diambil, si pelayan bilang tidak bisa ditentukan, Ketika aku desak biasanya berapa lama waktu maksimal untuk repairing? si pelayang centil inipun menjawab tidak tahu.
Bayangkan, waktu maksimalnya tidak tahu, trus sampai kapan aku harus menunggu proses perbaikannya?
Ini kali kedua penyesalanku setelah sebelumnya pernah mengalami hal serupa saat membeli Smartfren Extre@m di galeri yang sama.
Karena kecewa berat aku putuskan untuk membatalkan proses perbaikan dan meminta gadgetku dikembalikan. Mereka menjanjikan tanggal 24 Februari 2013.
Bayangkan, waktu maksimalnya tidak tahu, trus sampai kapan aku harus menunggu proses perbaikannya?
Ini kali kedua penyesalanku setelah sebelumnya pernah mengalami hal serupa saat membeli Smartfren Extre@m di galeri yang sama.
Karena kecewa berat aku putuskan untuk membatalkan proses perbaikan dan meminta gadgetku dikembalikan. Mereka menjanjikan tanggal 24 Februari 2013.
PELAYANAN DISPENDUK CAPIL MAGETAN BIKIN AKU MISUH-MISUH
Tanggal 25 Januari 2013 aku mengurus Kartu Keluarga (KK) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dipendukcapil) Kabupaten Magetan. Setelah antre sekian lama tiba giliran petugas memanggil aku dan memaksa aku untuk pulang karena persyaratan belum lengkap, belum ada tanda tangan pak camat. Tentu saja aku kecewa karena tidak setiap hari bisa libur & meluangkan waktu untuk ngurus KK.
Untuk diketahui, di area kantor ini tidak ada petunjuk masalah kepengurusan KK. Tidak ada satupun! Petugasnya juga tidak ada rona bersahabat dan wajah yang ramah. Cuek, ketus, muram.
Tanggal 1 Februari 2013 setelah merasa melengkapi persyaratan yang diminta, akupun meluncur ke tempat tujuan, 20 km jauhnya. Tak disangka antrean sudah memanjang hingga luar pintu. Apalagi ini hari Jumat, jam pelayanan hanya sampai pukul 11.00 WIB.
Menunggu dan menunggu, menghitung menit ke menit terasa menjemukan di tengah ruangan sempit tanpa kipas angin apalagi AC. Dan lebih terasa menjengkelkan ketika kita tahu ada (banyak) orang yang baru datang antre langsung dipanggil sementara kita yang nunggu dari pagi belum dipanggil juga. Kayaknya disini banyak customer siluman alias lewat calo. Dalam hati aku juga menyesal menolak tawaran calo di tempatku yang "hanya" meminta upah Rp. 50.000. Tapi tak apalah itung-itung cari pengalaman mengurus sendiri Kartu Keluarga. Beberapa saat kemudian datang seorang cewek agak cantik (tampaknya seorang mahasiswi) menghadap petugas lalu duduk. Tak lama kemudian dia --ternyata bernama Aning langsung dipanggil petugas dan urusannya langsung selesai. Hebat!
Akupun memberanikan diri menanyakan pada petugas kenapa yang baru datang bisa langsung selesai sementara yang nunggu dari pagi belum dipanggil juga. Petugas itu (tanpa tanda nama, karena berpakaian olahraga) dengan ketus menyuruh aku duduk manis menunggu panggilan.
Akupun memberanikan diri menanyakan pada petugas kenapa yang baru datang bisa langsung selesai sementara yang nunggu dari pagi belum dipanggil juga. Petugas itu (tanpa tanda nama, karena berpakaian olahraga) dengan ketus menyuruh aku duduk manis menunggu panggilan.
Waktu menunjuk pukul 10.55 yang artinya sebentar lagi kantor ini tutup, petugas baru memanggilku. Setelah disuruh mengisi beberapa data, aku dikasih bukti untuk pengambilan KK. Pada tanda bukti itu tercantum tanggal pengambilan 8 Februari 2013.
Lega rasanya akhirnya bisa selesai mengurus KK. Nggak tahu bagaimana "nasib" sekian customer yang belum terlayani pada hari naas itu.
8 Februari 2013 telah tiba. Meskipun baru pulang kantor karena piket malam, hatiku senang karena hari itu mau ambil KK yang telah kuusahakan dengan susah payah selama 2 minggu. Akupun bergegas memacu motor menuju kantor Capil tercinta.
Pucuk dicinta ulam hilang entah kemana. Rupanya perjuanganku masih pangjang! Sesampai di tempat tujuan aku menyodorkan bukti pengambilan KK. Dan dengan entengnya petugas menjawab KK belum bisa diambil karena belum jadi. ...."lha wong yang tanggal 6 aja belum selesai dibuat kok"... begitu katanya. Dan mereka meminta aku datang lagi hari Selasa atau minggu depan...... Astaghfirullahhhh....
Akupun ngeloyor ke tempat parkir, menyalakan rokok, dan menghisapnya dalam-dalam sembari menahan dongkol. Sesekali aku bergumam: DANCUK!! ASU!!
Minggu, 28 Oktober 2012
IDUL FITRI APA IDUL ADHA
Menjadi tradisi pada masyarakat Indonesia (terutama Jawa) menyemarakkan hari raya Idul Fitri dengan acara mudik. Bahkan trend ini menjadi budaya nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan segenap aparatur pemerintah. Belum diketahui sejak kapan tepatnya tradisi mudik ini menjadi ritual tahunan di Indonesia.
Secuil pertanyaan mengapa tradisi mudik ini melekat pada hari raya Idul Fitri, bukan Idul Adha. Ada anggapan pada masyarakat bahwa hari raya yang "sesungguhnya" adalah Idul Fitri, sementara Idul Adha adalah hari raya-nya orang Arab dalam tanda kutip. Mungkin ada baiknya kita berpikir ulang bagaimana sekiranya tradisi mudik ini digeser ke Idul Adha. Adapun yang menjadi pemikiran adalah:
- Ada hadits yang meriwayatkan bahwa menjelang berakhirnya Ramadhan, Nabi SAW justru semakin intens dalam beribadah. Bahkan beliau justru merasa sedih karena bulan suci ramadhan segera berakhir. Dan pada 10 hari terakhir ada kemuliaan malam lailatul qadr dimana nabi SAW melakukan i'tikaf siang-malam dan tidak meninggalkan masjid sama sekali.
- Nuansa mudik malah menjadi kebalikannya. Menjelang Idul Fitri kita malah disibukkan dengan berbagai persiapan yang cenderung "hura-hura". Kita tidak menangis ditinggal bulan suci ramadhan tapi malah bergembira ria dengan shopping baju, perbaikan rumah, membuat makanan hari raya, dll. Adakalanya kita meninggalkan tarawih untuk keperluan di atas. Tidak jarang puasa kita juga terganggu apalagi menginjak H-5 dimana arus mudik mulai berjalan. Para pemudik yang kelelahan, kepanasan, banyak yang menggugurkan puasanya karena alasan "musafir". Jika kondisinya seperti ini sangat tidak mungkin kita melakukan i'tikaf dan memperbanyak ibadah di akhir ramadhan. Jika nabi menangis ramadhan yang berakhir, kita justru bersuka cita menyambutnya.
- Idul Fitri cuma satu hari, sementara Idul Adha tiga hari (tasyrik).
- Sudah ada masyarakat kita yang menjadikan Idul Adha sebagai tradisi mudik, di Madura Jawa Timur.
Senin, 17 September 2012
Rabu, 09 Mei 2012
TENTANG HADIST LALAT
Rasulullah bersabda,Banyak yang menolak dan mengingkari hadits ini dengan alasan menyalahi realitas dan bahkan ilmu kedokteran. Benarkah demikian?
“Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.” (Bukhari & Muslim)
Kepada para penolak hadits lalat ini, berikut sebuah bukti bagaimana benarnya Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan bagaimana mukjizat beliau akhirnya terkuak oleh sains dan pengetahuan modern.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qashim, Kerajaan Arab Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari Sami Ibrahim at-Taili, Abdurrahman al-Misnid dan Khalid al-Utaibî. Yang dibimbing oleh Dr. Jamal Hamid, dan dikoordinasi oleh DR. Shalih ash- Shalih (seorang da’i terkenal di Eropa), melakukan penelitian tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Laporan ini mereka presentasikan pada acara “Student Research Seminar” di Universitas Qashim, KSA.
Metode yang mereka gunakan cukup sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan) air steril yang telah dicelupkan lalat ke Media Agar (media yang berasal dari musilaginosa kering yang diekstrak dari ganggang mereh, yang mencair pada suhu 100°C dan memadat pada suhu 40°C yang tidak dapat dicerna oleh mikroba) kemudian mengidentifikasi mikroba yang tumbuh.
Lalat yang digunakan ada beberapa spesies, dan sample yang digunakan untuk tiap spesies terdiri dari dua sample, yaitu
- Sample air steril, dimana lalat dimasukkan sedemikian rupa sehingga yang masuk ke Media Agar hanya pada bagian sayap lalat saja.
- Sample air steril yang dimasukkan lalat (dicelup) seluruh tubuhnya.
Setelah itu, sampel air tadi dikultivasi ke Media Agar dan diinkubasi selama beberapa hari sehingga kultur (biakan) mikroba tumbuh dan tampak secara jelas. Kemudian hasil kultur mikroba diidentifikasi untuk mengetahui jenis mikroba tersebut.
Berikut ini adalah hasilnya:
Spesies Lalat A
Cawan Petri 1: Sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).Cawan Petri 2: Sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.
Hasil Penelitian:
Pada Cawan Petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada Cawan Petri 1, pada awal mulanya tampak tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi.
Spesies Lalat B
Cawan Petri 1: Sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).Cawan Petri 2: Sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.
Hasil Penelitian:
Pada Cawan Petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Coynobacterium dephteroid, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada Cawan Petri 1, tumbuh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotic yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan ersifat antibakteri dan antifungi.
Spesies Lalat C
Cawan Petri 1: Sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).Cawan Petri 2: Sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.
Hasil Penelitian:
Pada Cawan Petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Staphylococcus, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada Cawan Petri 1, tumbuh mikroorganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi. Hasil yang serupa diperoleh untuk jenis lalat lain yang banyak mengandung bakteri patogen Salmonella sp. dan Proteus sp., yang terhambat oleh pertumbuhan Actinomyces.
Kesimpulan
Masuknya lalat pada makanan atau minuman, dengan dan tanpa dicelup, ternyata memberikan hasil berbeda yang secara signifikan. Hal ini membenarkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit sekaligus penawarnya.Subhanallah, 14 abad yang lalu, seseorang bisa memberikan informasi seperti ini tanpa ada riset. Masihkah ada yang mencoba menyangkal kerasulan Beliau?
Maha benar Allah dan Maha benar Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam yang menjadi penyampai wahyu-Nya .
Referensi lebih detail bisa dilihat di sini:
http://abiubaidah.com/keajaiban-hadits-lalat.html/
Langganan:
Postingan (Atom)
Louis Naufal Auliya'ulhaq
Anak pertama: cakep dan nakal
Sakha Imtiyaz Aisy Afrah
Anak kedua: smart, selalu mengalah (untuk menang)
BNI 46 Yogyakarta
Malioboro, Yogyakarta
Benteng Vredeburg Yogyakarta
Istana Kepresidenan, Yogyakarta
Tour Paud Baituttaqwa
Tour Paud Baituttaqwa
Tour Paud Baituttaqwa
Pantai Depok, Yogyakarta
Tour Paud Baituttaqwa
Pantai Depok, Yogyakarta
Tour Paud Baituttaqwa
Tour Paud Baituttaqwa
Pantai Depok, Yogyakarta
Tour Paud Baituttaqwa
Gembiraloka, Yogyakarta
Tour Paud Baituttaqwa
Gembiraloka, Yogyakarta

